Dalam rangka perekrutan pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Undip 2016-2017. Panitia open recruitment telah melaksanakan wawancara calon anggota baru. Tahap wawancara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 36 peserta lolos seleksi berkas yang berasal dari berbagai fakultas di Undip maupun Polines. Wawancara tahun ini diadakan pada Rabu, 21 September 2016 pukul 15.30 hingga 18.00 WIB bertempat di Taman Bundaran Rektorat Undip. Bagi peserta yang berhalangan di hari pertama, wawancara susulan diadakan di hari berikutnya di Sekretariat IMM Undip, Jl. Gondang Timur no. 1 dengan jam yang sama. Kegiatan Open Recruitment ini merupakan kegiatan seleksi yang terdiri atas beberapa rangkaian yaitu tahap Wawancara, Masta (Masa Ta’aruf), dan terakhir Darul Arqom Dasar (DAD). Pada tahap wawancara ini, calon anggota ditanyakan secara mendalam mengenai kelebihan yang mereka miliki, komitmen untuk bergabung di IMM, pengetahuan mereka mengenai Muhammadiyah, serta berbagai pertanyaan untuk mengukur skala prioritas dan kecenderungan sikap dan perilaku mereka. Kegiatan Oprek diadakan rutin tiap tahunnya. Peserta yang lulus pada tahap wawancara akan mengikuti dua tahap selanjutnya, yaitu tahap Masta (Masa Ta’aruf) serta DAD (Darul Arqom Dasar) sebagai tindak lanjut pengkaderan sebelum akhirnya resmi bergabung dalam keanggotaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Undip.

Selamat Datang IMM Muda
Sejak awal berdirinya, IMM sebagai ormas mahasiswa Islam terlahir dari kelompok sosial keagamaan dengan identitas yang jelas. IMM terang-terangan mengusung nama Muhammadiyah..Sejarah IMM Undip
PK IMM Ibnu Sina Undip merupakan gerakan mahasiswa sekaligus Ortom (Organisasi Otonom) Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang Sosial-Agama. Komisariat IMM tingkat Universitas Diponegoro ini terdiri dari beberapa mahasiswa dengan Multidisiplin ilmu yang berbeda. Perbedaan ini terarah pada cita cita IMM guna membentuk akademisi yang berakhlakul karimah sesuai dengan tujuan Muhammadiyah.Muhammadiyah Semarang
Muhammadiyah berdiri di Kota Semarang tidak diketahui secara tepat, tetapi awal mula berkembangnya Muhammadiyah Kota Semarang mulai dirasakan pada tahun 1926. Para perintis berdirinya Muhammadiyah Semarang diantaranya K.H. Dzulkarnain (Kudus), Abdul Rahman Machrus (Semarang), Ahmad Machrus (Solo)...
Kebangkitan Nasional dan Humanisme
Politik balas budi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda rupanya banyak memberikan sejumlah perubahan di awal abad 20. Maklum saja, politik balas budi tersebut mempunyai program berupa pembukaan lebih luwes bagi masyarakat Hindia Belanda terhadap akses pendidikan, perekonomian, perserikatan, termasuk juga pada pergerakan politik.
Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 15 Oktober 2016
IMM Undip Selenggarakan Sekolah Menulis
“Katakanlah : sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahkan sebanyak itu pula”
(Al Kahfi : 109) “Kalau kamu bukan anak raja, dan engkau bukan anak ulama
besar, maka jadilah penulis”. Kalimat Imam Al-Ghazali tersebut menyiratkan
betapa berartinya menjadi seorang penulis. Dengan menulis, seorang manusia
tidak hanya megeluarkan pemikirannya, namun juga dapat mempengaruhi manusia
lain yang membaca tulisan yang ia hasilkan. Sebagai makhluk paling sempurna
yang diciptakan Allah SWT, seorang manusia sudah selayaknya berbagi apa yang ia
ketahui, dan salah satunya adalah melalui tulisan. Menyadari akan hal tersebut,
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ibnu Sina Undip merasa perlu
untuk menyelenggarakan kegiatan sekolah menulis di kalangan mahasiswa
Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diselenggarakan juga melihat semakin
terkikisnya budaya menulis dalam kalangan teman-teman mahasiswa. Hal ini sangat
disayangkan, mengingat selaku kalangan akademisi, sudah seharusnya mahasiswa
mampu berkarya nyata melalui tulisannya. “Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari
sejarah”, Pramoedya Ananta Noer.
Kami berharap dengan adanya sekolah menulis ini, teman-teman
mahasiswa di kalangan universitas diponegoro tergerak untuk berkarya melalui
tulisan dan budaya menulis mulai terpupuk kembali. Seorang manusia, tak
selamanya bisa berbicara, tak selamanya bisa bergerak membantu orang. Tapi
tulisanakan selamanya bermanfaat meski mulut sudah tak mampu berbicara dan
fisik tak lagi berdaya. Kegiatan ini kami beri nama, “Sekolah Menulis”. Melalui
Program Kerja Bidang Keilmuanr PK IMM Ibnu Sina 2014-2015, kami bertujuan
diantaranya; membangun pribadi yang senantiasa berlomba dalam kebaikan dan
cerdas baik secara spiritual maupun emosional, memberi motivasi menulis pada
teman-teman di kalangan mahasiswa, membangun budaya menulis yang mulai terkikis.
Kegiatan ini alhamdulillah telah terlaksana pada hari Kamis, 14 Mei 2015 dari
08.00 sampai selesai di gedung STIE Cendikiawan Karya Utama Tembalang

IMM Undip Dukung Eksekusi Mati
Semarang (11/8/2016) - Aksi dukungan pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba digelar saat itu pukul 10.10 di depan kantor kejaksaan tinggi Jawa Tengah. Ikut serta sejumlah aktivis dari berbagai elemen mahasiswa seperti IMM, HMI, KAMMI, PMII dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bersama dengan Majalah Gema Pembaharuan meminta agar Kejaksaan RI segera melaksanakan eksekusi mati kepada semua narapidana sindikat narkoba yang sudah mendapat putusan hukum tetap.
Ketua Granat kota Semarang Azis Ghani dalam tuntutannya mendesak agar Pelaksaan hukuman mati segera dilaksanakan karena peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat sudah sangat merisaukan.
"Tidak kurang dari 4 juta orang bangsa Indonesia mengalami ketergantungan markoba dan setiap harinya sedikitnya 40 orang meninggal dunia, karena itu penindakan tegas oleh aparat penegak hukum perlu dilakukan. Segera hukum mati terpidana narkoba dan jangan sampai ada intervensi asing!" Tegasnya.
Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Jateng, Hendrik P yang menerima petisi dari ketua Granat kota Semarang, menyampaikan terima kasih atas dukungan Granat terhadap pelaksanaan eksekusi hukuman mati dalam upaya penegakan hukum NKRI. Hendrik juga menyatakan tidak ada intervensi dari pihak manapun.
"Kejaksaan RI tidak pernah melakukan penundaan atau membatalkan pelaksanaan eksekusi pidana mati terhadap 10 terpidana mati terkait kasus narkoba. Mengenai waktu dan tempat hanya terkait teknis saja," jelasnya.
Pihaknya juga masih harus memperhatikan dinamika hukum yang ada dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan seperti pengajuan Grasi dan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh terpidana mati.
Aksi yang diikuti sekitar 50 orang tersebut berjalan lancar dan damai dengan kawalan anggota KAMDAL Kejati Jateng, anggota Intelijen Kejati, dan Polsek Semarang Selatan.
http://kt-jateng.kejaksaan.go.id
http://kt-jateng.kejaksaan.go.idJumat, 14 Oktober 2016
Sekolah Politik PK Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ibnu Sina-Undip
Sejarah adalah selalu mengandaikan yang berbahasa. Inilah yang di
kemudian hari banyak orang memahaminya. Misalnya tonggak lahirnya peradaban
dunia, masyarakat akan merujuknya pada peradaban Mesir yang di zaman dahulu
kala menghasilkan banyak hirogliph maupun peradaban Babilonia yang menghasilkan
codex hammurabbi. Dengan begitu, apa yang dipelajari masyarakat saat ini
mengenai sejarah sudahlah selalu berkelindan dengan teks kebahasaan. Begitu pun
peristiwa-peristiwa sejarah besar yang terjadi di dunia ini, ia selalu ditulis
oleh seseorang –maupun gerombolan orang-, yang orang tersebut berada dalam
konteks-konteks tertentu –ntah itu konteks lingkungan sosialnya, maupun
psikisnya-. Dengan begitu, sejarah sekalipun di satu sisi melibatkan
komunitas-komunitas tertentu dalam momen kejadiannya, namun di satu sisi yang
lain ketika dituliskan ia sudah selalu ditulis oleh orang tertentu yang
memiliki kepentingan tertentu atas teks sejarah dan belum tentu menggambarkan
sejarah seutuhnya.
Inilah yang kemudian kita lihat dalam konteks tragedi nasional
1965. Sebagai salah satu peristiwa besar di Indonesia yang masih simpang siur
mengenai kejelasan situasinya, tragedi nasional 1965 merupakan salah satu
tragedi yang memilukan dan menaruhkan beban pada generasi muda Indonesia saat
ini melalui pertanyaan: Sesungguhnya apakah kita warga negara dan manusia? Pada
peristiwa besar ini, diperkirakan terjadi pembantaian ratusan ribu orang atas
nama “usaha melakukan hal subversif terhadap negara” yang disematkan pada
orang-orang yang dianggap PKI. Semua hal yang berbau dengan PKI: ntah itu lambang,
bendera, literatur-dokumen, hingga kader-kadernya dihabisi total oleh para
aparatur Negara yang pada saat itu mengendalikan atmosfer kekuasaan. Bahkan
pengakuan Sarwo Edhie Wibowo selaku mantan RPKAD –yang saat ini menjadi
Koppassus- menyebutkan bahwa dalam tragedi nasional itu, ialah penggerak
pembantaian sistemik dengan menghasilkan sekitar tiga juta korban yang
meninggal. Dan melalui tragedi nasional 1965 inilah di kemudian membuka keran
menuju tragedi-tragedi selanjutnya. Dimulai dari matinya kebebasan dan
demokrasi berpendapat-berekspresi, represifitas aparatus Negara terhadap warga
sipil yang banyak menyebabkan pelanggaran HAM, hingga permasalahan penyakit
Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme. Di kemudian hari, hal-hal seperti ini menjadi
pelengkap bagi lahirnya krisis multidimensi yang terjadi pada tahun 1998 dan
menyebabkan Soeharto mengundurkan dirinya dari posisi Kepala Negara-Kepala
Pemerintah. Namun hingga sejauh ini, belum terlihat ada upaya serius dari pihak
Pemerintah Pusat maupun Aparatur Negara di Pusat lainnya yang hendak
merehabilitasi masyarakat yang terkena imbas dari tragedi nasional 1965
tersebut. Upaya-upaya rehabilitasi yang terlihat hingga saat ini, masih
diinisiasi secara kultural oleh para pegiat-pegiat kemanusiaan di daerah. Inilah
yang kemudian hari masyarakat banyak menilai bahwa Pemerintah Pusat belum
memiliki semangat serius dalam upaya penegakkan Hak Asasi Manusia. Bilamana ada
upaya keseriusan dari Pemerintah Pusat terkait pengupayaan Hak Asasi Manusia
bagi pihak-pihak yang terlibat tragedi-tragedi sebelum reformasi, maka ini
adalah kabar yang segar bagi masyarakat, karena keseriusan atau tidak
Pemerintah Pusat bisa menjadi tolak ukur sejauh mana ia hadir demi memenuhi
kebutuhan masyarakat.
Melalui patokan narasi ini, kami selaku Pimpinan Komisariat Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Universitas Diponegoro berupaya mengadakan
“Sekolah Politik” dengan concern pengkajian terhadap diskursus politik sejarah
dalam konteks kejadian 1965 hingga sesudahnya. Diskursus ini diharapkan dapat
memberikan gambaran awal terkait kejadian 1965 hingga sesudahnya, sehingga ia
bisa menjadi titik awal demi langkah selanjutnya dalam mengupayakan
rekonsiliasi baik itu secara kultural maupun struktural dalam dunia Hak Asasi
Manusia di Indonesia. “Sekolah Politik” ini bertujuan untuk membuka ruang
diskursif terkait wacana politik sejarah dalam kontestasi politik di era Orde
Baru. Dengan pijakan teoritik seperti ini, diharapkan dari “Sekolah Politik”
ini bisa memberikan nafas awal demi langkah selanjutnya pada dunia aktivisme
dan pergerakan dalam mengupayakan hak-hak sipil di masyarakat.
Model acara dalam Sekolah Politik IMM adalah dengan format Focus
Group Discussion, dengan pembatasan peserta diskussan maksimal 30 orang.
Diharapkan melalui format ini, alur diskursif bisa berjalan dengan lancar dan
adanya titik temu komunikasi dua arah antara panelis dengan peserta diskussan.
Dalam acara sekolah politik IMM ini, terdiri dari tiga panelis yang akan
membicarakan beberapa materi terkait: a. Unu Herlambang, SH (Membicarakan
Politik Hukum pasca ’65, serta relasi-kuasa ideologi Orde Baru di masyarakat
dalam memandang kejadian ’65) b. Drs. A Tafsir M.Ag (Membicarakan konteks
bagaimana hubungan Islam dengan PKI, Angkatan Darat, dan Pemerintah pada era
1960, dan hubungan Muhammadiyah pada era saat itu dengan berbagai elemen
politik yang ada) c. Dr. Tedi Kholiludin, M.Si (Membicarakan hubungan Islam
dengan para korban Tapol 1965 pasca 65, langkah rekonsiliasi dalam konteks
permaafan Gus Dur, serta memaparkan respon masyarakat Islam saat ini dalam
memandang orang-orang Tapol 65. Waktu dan Tempat Acara “Sekolah Politik” ini
dilaksanakan pada, Waktu : Sabtu, 20 Juni 2015 (13.00 WIB-selesai) Tempat :
Gedung Dakwah Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah-Pleburan
Semarang, Lt. 3 Ruang Aula Serbaguna Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah. Fasilitas
Keacaraan Peserta yang mengikuti acara “Sekolah Menulis” ini akan mendapatkan:
1. Materi Kepelatihan 2. Snack Tajil Buka Puasa 3. Makan Malam 4. Sertifikat
Karena Donor darah Tidak Sesakit Patah Hati
Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 149 "Karena itu Allah swt memberi mereka pahala duniawi dan juga sebaik-baik pahala akhirat dan Allah swt mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." ayat ini menjadi ruh dalam semangat beramal kebaikan salah satunya Donor Darah. Pada kenyataanya dengan mendonorkan darah banyak manfaat bagi kesehatan seperti mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke hipertensi dan tidak kalah pentingnya dengan mendonorkan darah dapat membuat tubuh lebih sehat dan bugar kerena dapat mengurangi kelebihan zat besi di dalam tubuh yang berbahaya bagi kesehatan.
Kamis, 28 April 2016 Halaman Masjid Baitul 'Ilmi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dipadati banyak mahasiswa sejak pagi karena ingin mendonorkan darah untuk berbagi kepada sesama. Acara donor darah ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dari program kerja bidang Sosmi IMM Ibnu Sina Undip. Namun yang membedakan dengan donor darah IMM Undip sebelumnya yaitu kegiatan donor darah kali ini mengusung tema "Karena Donor darah Tidak Sesakit Patah Hati" melalui tema yang nyentrik ini IMM ingin menyampaikan pesan bahwa donor darah adalah bagian dari kebutuhan manusia sehingga sakitnya ditusuk jarum suntik jauh lebih bermanfaat dari pada galau memfikirkan patahnya hati hehe.
Target yang diinginkan dengan acara donor darah ini yaitu dapat berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan darah dan untuk memenuhi target 35 kantong darah yang disediakan oleh PMI. Pihak panitia membuka stand donor darah sejak pukul 09.00-11.30 WIB. Acara donor darah berjalan baik dan lancar dengan di dukung pelaksana kegiatan kurang lebih 15 orang panitia Donor Darah.
Selasa, 04 Oktober 2016
IMM VS KAMMI: Laga Terbuka
Undip – Due seru tim futsal IMM Undip kontra KAMMI FIB berlangsung apik di Stadion Futsal Mulawarman, Jumat (9/5) malam. "Pertandingan persahabatan ini akan menjadi kesempatan bagus bagi IMM dan KAMMI untuk mendapatkan pandangan tentang kekuatan silaturahmi dan berbagai hal lainnya. Ini sangat penting, kami bisa saling tegur sapa antar satu sama lain. Kami bertanding dengan tim yang bagus" terang Faqih Sulthan, Ketum IMM Undip. Ketum IMM juga tak lupa untuk mengakui bahwa kebanyakan organisasi saat ini khususnya organ ekstra kampus hanya fokus pada kelompoknya masing masing. Pasalnya, sebagai organ ekstra, ia juga harus memikirkan sinergitas antar gerakan. Karena itu melalui momen ini diharapkan ada manfaat untuk kedepannya salah satunya jalinan ukhuwah islamiah.
IMM Undip Hadirkan Ketua Pertama IMM Ibnu Sina
Semarang,
(28/5) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Undip hadirkan Ketua
Umum pertama IMM Ibnu Sina di Gedung Da’wah Muhmmadiyah Banyumanik. Acara Kajian
Kader dan Dakwah (KAWAH) yang merupakan inisiasi dari Bidang Kader dan Da’wah
ini segaligus menjadi kali pertama moment pertemuan antara pengurus generasai
awal dengan pengurus Ikatan periode 2013 sampai 2016. Dany
Kistiarto sebagai Mantan Ketua Umum IMM Ibnu Sina pertama turut senang. “Saya
merasa terhormat bisa hadir di sini dan kembali melihat semangat kader-kader
IMM Undip, seperti kembali ke masa dulu” Jelas Kanda IMMawan Dany. Acara ini yang
bertema "Satu langkah merangkai ikatan melukis perjuangan" dimaksudkan
untuk memberikan motivasi khususnya bagi kader-kader IMM Undip, membahas esensi
Ikatan, sekaligus berbagi pengalaman dan tips dalam berorganisasi. Diharapkan
acara tersebut dapat memberikan nilai dan pandangan positif terhadap dinamika
berorganisasi. Terlebih untuk menjadi kader ikatan yang bermanfaat bagi agama,
bangsa dan negara
IMM Undip Selenggarakan Desing Camp
Banyumanik, (27/5) PK IMM Ibnu Sina mengadakan kegiatan yang bernama Desing Camp. Acara yang mengundang pemateri dari Mas M. Tri Sutrisno S.K dan Azhar Firdaus A.Md ini berlokasi di Gedung Da’wah Muhammadiyah. Panitia sengaja mengambil waktu pelatihan dari ba’da Isya sampai pagi hari. Hal ini bertujuan untuk mengenal peserta dengan dunia desain grafis secara fokus dan tuntas. Materi yang disampaikan diantaranya pengoprasian Corel Draw dan Photoshop. Di akhir acara peserta ditugaskan untuk membuat satu desai poster acara yang kemudian nanti dikumpulkan kepada pemateri. Kegiatan ini dinilai sangat efektif dan bermanfaat sebagai bekal untuk softskill dan kebutuhan desain yang semakin dituntut informatif lagi menarik.
IMM Undip gelar Ibnu Sina Berbagi di Kota Lama
Cermin, Semarang - Ramadhan tahun ini, Pimpinan Komisariat Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ibnu Sina Undip mengadakan kegiatan Ibnu Sina
Berbagi di Kota Lama Semarang pada Rabu, 15 Juni 2016. Ibnu Sina Berbagi adalah
kegiatan bagi-bagi makanan berbuka untuk warga yang kurang beruntung. Hal ini
didorongan oleh amanat Trilogi Ikatan yang salah satunya adalah humanisme.
“Kami dari pihak IMM pun Ingin menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama” ucap
Farid Hasan Khoirudin selaku Ketua Panitia Ibnu Sina Berbagi. Farid menjelaskan
pihaknya sudah menyiapkan kegiatan di dua lokasi yaitu di Jl. Letjend Suprapto,
Semarang. Sedangkan di daerah lainnya, di Pasar Johar Jl. H. Agus Salim,
Semarang. Lokasi ini dinilai banyak dihuni mayoritas warga kurang mampu. Nabila
Rachma Anjani, Kabid Sosmi PK IMM Undip menambahkan, "Ada sekitar 100
paket makanan yang kami bagikan," “Kami akan membawa makanan berbuka
gratis di wilayah-wilayah tersebut. Selain diikuti pengurus PK IMM Ibnu Sina
Undip, kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa di luar IMM yang tergabung
di berbagai organisasi intra kampus,” terang Farid.
Ibnu Sina Berbagi ini merupakan kerjasama antara Lazis
Muhammadiyah Semarang, alumni dan simpatisan IMM lainnya. Kegiatan yang
bertepatan dengan Bulan Ramadhan ini mengusung tema “Spirit Al Ma’un”. Kata
Farid, tema itu adalah tema besar Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan
filantropi atau pembelaan terhadap kaum mustad’afin di Indonesia. Maka IMM
hanya meneruskan ruh Surat Al Ma’un yang mengajarkan tentang semangat kepedulian
sosial. Ketua PK IMM Ibnu Sina Undip, Faqih Sulthan menyampaikan kegembiraannya
atas terselengaranya kegiatan Ibnu Sina Berbagi. Kegiatan ini menjadi ladang
amal yang berguna bagi lingkungan. “Bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ibnu
Sina Berbagi adalah kegiatan yang sangat bermanfaat karena bisa bersama-sama
mengembangkan empati melalui kegiatan berbagi kasih kepada kaum dhuafa. Karena
dengan demikian keberadaan PK IMM Ibnu Sina dapat semakin dirasakan di tengah
masyarakat.” Imbuh Faqih
On The Way Semarang-Demak-Kudus-Jepara
Di tengah kepengurusan IMM Undip 2015/2016. Pada tanggal 3-4
September 2016 PK IMM Ibnu Sina melaksanakan Upgrading Pengurus yang ke-3.
Upgrading kali ini diawali dengan perjalan ke arah kudus, tepatnya ke kediaman
IMMawan Hammam (Personil Bidang Kader dan Dakwah). Selain bersilaturahmi, di
sana kami menggelar diskusi ke-IMM-an dan Kemuahammadiyaan yang dipandu oleh
Zulfa Kurniawan M.S.E. Sampai pukul 12:30 kami kemudian melanjutkan perjalanan
ke kota Jepara untuk berkunjung ke IMMawan Azhar Firdaus (Alumni PK IMM Ibnu
Sina Undip ) dan IMMawati Nabilla (Kabid Sosmi).
Ba’da Asar dengan mega yang semakin mendung perjalanan tetap kami
lanjutkan. Di pertengahan jalan hujan turun rintik-rintik. Supaya tidak terlalu
larut untuk sampai ke tujuan berikutnya yaitu Pantai Bondo Jepara, dengan
sedikit berbasah akhirnya kami sampi di pantai yang terkenal dengan pasir
putihnya itu. Setelah puas menikmati cahaya jingga matahari di penghujung
senja, kami mendirikan tenda dan menyiapkan beberapa keperluan camp yang sudah
kami siapkan sebelumnya.
Malam itu langi sedang cerah-cerahnya. Kami cukup senang, karena
dengan begitu kami bisa menikmati api unggun dan sekedar sebagai pencahayaan
serta untuk memasak makan malam. Tidak sampai di situ, kami juga membuka forum
bersama untuk sharing mengenai masing-masing pribadi dan kesan-kesannya selama
tumbuh bersama di IMM. Forum ini dinilai sangat bermanfaat, karena dengan forum
ini kami bisa semakin jauh mengenal dan diharapkan sampai ke tingkat saling
memahami.
Ke esokan harinya kegiatan dilanjutkan dengan game-game pemererat
ikatan organisasi. Deburan ombak juga pasir lembut pantai bondo semakin
menambah keseruan game-game yang kami lakukan. Hampir di setiap game tidak
berhenti mengocok perut karena melihat kelucuan tingkah para memainnya. Sayang
hari makin siang, kami memutuskan untuk berkemas dan melanjutkan perjalanan ke
rumah IMMawan Angga (Personil Bidang Organisasi/ Ketua OC ). Di rumah angga
yang masih di daerah Jepara kami bersih-bersih, solat duhur dan makan siang.
Sampai pukul 13:00 tujuan selanjutnya adalah kediaman IMMawati Sasa (Personil
Bidang Hikmah) di Kota Demak. Kebetulan saat itu Sasa sedang tidak enak badan
sehingga silaturahmi kami menjadi bagian dari agenda besuk. Keseruan di rumah
sasa membuat kami nyaman sampai tidak merasa hari sudah sore. Dengan dibekali
jajanan buatan sasa kami berpamitan kembali ke Tembalang. Semoga dengan
terselenggaranya upgrading ini dapat mengupgrade ghiroh pengurus untuk terus
berjuang.
Gunung Telomoyo Jadi Saksi Masta IMM Undip
Alhamdulillah, patut kami ucapkan atas sukses dan terselenggaranya kegiatan Masta (Masa Ta'aruf) PK IMM Ibnu Sina Undip. Acara yang berlangsung selama dua hari mulai 24-25 September 2016 di Desa Wisata Tanon, kaki Gunung Telomoyo, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang kali ini bertujuan untuk menjadi program pengenalan dan pengakraban terhadap mahasiswa yang baru bergabung ke dalam IMM. Acara ini sekaligus sebagai pengenalan salah satu poin pokok mengenai Kemuhammadiyahan dan keimman. Semoga Masta tahun ini menjadi ajang pemersatu ukhuah, anggun dalam moral unggul dalam intelektual.
Silaturahmi IMM Undip bersama HMI Fisip dan HMI Polines
Selasa Malam (27/9), Agenda IMM Undip yang diberi nama Silat Lidah (Silaturahmi antar Lembaga Dakwah) merupakan kesempatan bagi IMM Undip beserta HMI POLINES dan HMI FISIP UNDIP untuk berbagi ilmu sekaligus mempererat ukhuwah islamiah antar gerakan mahasiswa. Kegiatan ini telah bertempat di komisariat HMI FISIP yang juga dihadiri ketua Korkom HMI Undip.
IMM Undip Menerima Kunjungan Silaturahmi dari KAMMI FIB
Jumat malam (30/9) bertempat di Gedung Da'wah Muhammadiyah Banyumanik, IMM Undip kedatangan tamu dari komisariat KAMMI FIB Undip. Melalui silaturahmi ini mudah-mudahan terjalin komunikasi dan memperkuat ukhuwah islamiah antar gerakan mahasiswa Islam kampus.
Kesempatan yang juga berbarengan dengan peringatan hari kesaktian pancasila, sekaligus menjadi refleksi bagi kami, tentang pemaknaan nilai-nilai pancasila sebagai Darul 'Ahdi was Syahadah. Supaya bersama-sama dapat mengisi dan mencapai cita-cita kemerdekaan, yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Download lagu lagu IMM dan Muhammadiyah Hymne IMM [Download] IMM JAYA KARYA [Download] IMM we love you [Download] IMMawan IMMawati ...
-
Tepat pada 14 Maret 1964 M di Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) lahir dari rahim Muhammadiyah. IMM sebagai organisasi otonom...
-
Berikut data pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Diponegoro Semarang 2016-2017 IMM IBNU SINA 2016/2017 Ketum...
-
PK IMM Ibnu Sina Undip merupakan gerakan mahasiswa sekaligus Ortom (Organisasi Otonom) Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di bidang ...
-
Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ibnu Sina Periode 2017 Ketua Umum : Immawan Rainggo Saputra Ketua Bidan...
-
(Disampaikan oleh Kakanda Nuruz Zaman pada kegiatan Masta IMM Ibnu Sina Undip 2018 di SMA Muhammadiyah Kudus) Masta IMM Ibnu Sina Undi...
-
Filsafat 1 : Being [Download]
-
Mendengar kalimat membangun mental tentunya sudah tidak asing lagi bagi sekian banyak manusia di dunia. Dalam era globalisasi saat i...
-
Oleh : Sindy Milyana Khadaryati Perkenankan tangan saya untuk menari di atas kertas membuat suatu coretan bersajak sebagai pengingat...
-
Sumber gambar : http://nusantarakini.com/ Oleh M. Ragil Yoga Priyangga Suatu hari ketika saya mengikuti pengajian, terlintas s...


