Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2016

IMM Undip Gunakan Taman Rektorat

Dalam rangka perekrutan pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Undip 2016-2017. Panitia open recruitment telah melaksanakan wawancara calon anggota baru. Tahap wawancara yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 36 peserta lolos seleksi berkas yang berasal dari berbagai fakultas di Undip maupun Polines. Wawancara tahun ini diadakan pada Rabu, 21 September 2016 pukul 15.30 hingga 18.00 WIB bertempat di Taman Bundaran Rektorat Undip. Bagi peserta yang berhalangan di hari pertama, wawancara susulan diadakan di hari berikutnya di Sekretariat IMM Undip, Jl. Gondang Timur no. 1 dengan jam yang sama. Kegiatan Open Recruitment ini merupakan kegiatan seleksi yang terdiri atas beberapa rangkaian yaitu tahap Wawancara, Masta (Masa Ta’aruf), dan terakhir Darul Arqom Dasar (DAD). Pada tahap wawancara ini, calon anggota ditanyakan secara mendalam mengenai kelebihan yang mereka miliki, komitmen untuk bergabung di IMM, pengetahuan mereka mengenai Muhammadiyah, serta berbagai pertanyaan untuk mengukur skala prioritas dan kecenderungan sikap dan perilaku mereka. Kegiatan Oprek diadakan rutin tiap tahunnya. Peserta yang lulus pada tahap wawancara akan mengikuti dua tahap selanjutnya, yaitu tahap Masta (Masa Ta’aruf) serta DAD (Darul Arqom Dasar) sebagai tindak lanjut pengkaderan sebelum akhirnya resmi bergabung dalam keanggotaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Undip.


IMM Undip Selenggarakan Sekolah Menulis

“Katakanlah : sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahkan sebanyak itu pula” (Al Kahfi : 109) “Kalau kamu bukan anak raja, dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. Kalimat Imam Al-Ghazali tersebut menyiratkan betapa berartinya menjadi seorang penulis. Dengan menulis, seorang manusia tidak hanya megeluarkan pemikirannya, namun juga dapat mempengaruhi manusia lain yang membaca tulisan yang ia hasilkan. Sebagai makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah SWT, seorang manusia sudah selayaknya berbagi apa yang ia ketahui, dan salah satunya adalah melalui tulisan. Menyadari akan hal tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ibnu Sina Undip merasa perlu untuk menyelenggarakan kegiatan sekolah menulis di kalangan mahasiswa Universitas Diponegoro. Kegiatan ini diselenggarakan juga melihat semakin terkikisnya budaya menulis dalam kalangan teman-teman mahasiswa. Hal ini sangat disayangkan, mengingat selaku kalangan akademisi, sudah seharusnya mahasiswa mampu berkarya nyata melalui tulisannya. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”, Pramoedya Ananta Noer.
Kami berharap dengan adanya sekolah menulis ini, teman-teman mahasiswa di kalangan universitas diponegoro tergerak untuk berkarya melalui tulisan dan budaya menulis mulai terpupuk kembali. Seorang manusia, tak selamanya bisa berbicara, tak selamanya bisa bergerak membantu orang. Tapi tulisanakan selamanya bermanfaat meski mulut sudah tak mampu berbicara dan fisik tak lagi berdaya. Kegiatan ini kami beri nama, “Sekolah Menulis”. Melalui Program Kerja Bidang Keilmuanr PK IMM Ibnu Sina 2014-2015, kami bertujuan diantaranya; membangun pribadi yang senantiasa berlomba dalam kebaikan dan cerdas baik secara spiritual maupun emosional, memberi motivasi menulis pada teman-teman di kalangan mahasiswa, membangun budaya menulis yang mulai terkikis. Kegiatan ini alhamdulillah telah terlaksana pada hari Kamis, 14 Mei 2015 dari 08.00 sampai selesai di gedung STIE Cendikiawan Karya Utama Tembalang

IMM Undip Dukung Eksekusi Mati

Semarang (11/8/2016) - Aksi dukungan pelaksanaan eksekusi mati terpidana narkoba digelar saat itu pukul 10.10 di depan kantor kejaksaan tinggi Jawa Tengah. Ikut serta sejumlah aktivis dari berbagai elemen mahasiswa seperti IMM, HMI, KAMMI, PMII dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bersama dengan Majalah Gema Pembaharuan meminta agar Kejaksaan RI segera melaksanakan eksekusi mati kepada semua narapidana sindikat narkoba yang sudah mendapat putusan hukum tetap. Ketua Granat kota Semarang Azis Ghani dalam tuntutannya mendesak agar Pelaksaan hukuman mati segera dilaksanakan karena peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat sudah sangat merisaukan. "Tidak kurang dari 4 juta orang bangsa Indonesia mengalami ketergantungan markoba dan setiap harinya sedikitnya 40 orang meninggal dunia, karena itu penindakan tegas oleh aparat penegak hukum perlu dilakukan. Segera hukum mati terpidana narkoba dan jangan sampai ada intervensi asing!" Tegasnya. Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Jateng, Hendrik P yang menerima petisi dari ketua Granat kota Semarang, menyampaikan terima kasih atas dukungan Granat terhadap pelaksanaan eksekusi hukuman mati dalam upaya penegakan hukum NKRI. Hendrik juga menyatakan tidak ada intervensi dari pihak manapun. "Kejaksaan RI tidak pernah melakukan penundaan atau membatalkan pelaksanaan eksekusi pidana mati terhadap 10 terpidana mati terkait kasus narkoba. Mengenai waktu dan tempat hanya terkait teknis saja," jelasnya. Pihaknya juga masih harus memperhatikan dinamika hukum yang ada dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan seperti pengajuan Grasi dan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh terpidana mati. Aksi yang diikuti sekitar 50 orang tersebut berjalan lancar dan damai dengan kawalan anggota KAMDAL Kejati Jateng, anggota Intelijen Kejati, dan Polsek Semarang Selatan. http://kt-jateng.kejaksaan.go.id

Jumat, 14 Oktober 2016

Sekolah Politik PK Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ibnu Sina-Undip



Sejarah adalah selalu mengandaikan yang berbahasa. Inilah yang di kemudian hari banyak orang memahaminya. Misalnya tonggak lahirnya peradaban dunia, masyarakat akan merujuknya pada peradaban Mesir yang di zaman dahulu kala menghasilkan banyak hirogliph maupun peradaban Babilonia yang menghasilkan codex hammurabbi. Dengan begitu, apa yang dipelajari masyarakat saat ini mengenai sejarah sudahlah selalu berkelindan dengan teks kebahasaan. Begitu pun peristiwa-peristiwa sejarah besar yang terjadi di dunia ini, ia selalu ditulis oleh seseorang –maupun gerombolan orang-, yang orang tersebut berada dalam konteks-konteks tertentu –ntah itu konteks lingkungan sosialnya, maupun psikisnya-. Dengan begitu, sejarah sekalipun di satu sisi melibatkan komunitas-komunitas tertentu dalam momen kejadiannya, namun di satu sisi yang lain ketika dituliskan ia sudah selalu ditulis oleh orang tertentu yang memiliki kepentingan tertentu atas teks sejarah dan belum tentu menggambarkan sejarah seutuhnya.
Inilah yang kemudian kita lihat dalam konteks tragedi nasional 1965. Sebagai salah satu peristiwa besar di Indonesia yang masih simpang siur mengenai kejelasan situasinya, tragedi nasional 1965 merupakan salah satu tragedi yang memilukan dan menaruhkan beban pada generasi muda Indonesia saat ini melalui pertanyaan: Sesungguhnya apakah kita warga negara dan manusia? Pada peristiwa besar ini, diperkirakan terjadi pembantaian ratusan ribu orang atas nama “usaha melakukan hal subversif terhadap negara” yang disematkan pada orang-orang yang dianggap PKI. Semua hal yang berbau dengan PKI: ntah itu lambang, bendera, literatur-dokumen, hingga kader-kadernya dihabisi total oleh para aparatur Negara yang pada saat itu mengendalikan atmosfer kekuasaan. Bahkan pengakuan Sarwo Edhie Wibowo selaku mantan RPKAD –yang saat ini menjadi Koppassus- menyebutkan bahwa dalam tragedi nasional itu, ialah penggerak pembantaian sistemik dengan menghasilkan sekitar tiga juta korban yang meninggal. Dan melalui tragedi nasional 1965 inilah di kemudian membuka keran menuju tragedi-tragedi selanjutnya. Dimulai dari matinya kebebasan dan demokrasi berpendapat-berekspresi, represifitas aparatus Negara terhadap warga sipil yang banyak menyebabkan pelanggaran HAM, hingga permasalahan penyakit Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme. Di kemudian hari, hal-hal seperti ini menjadi pelengkap bagi lahirnya krisis multidimensi yang terjadi pada tahun 1998 dan menyebabkan Soeharto mengundurkan dirinya dari posisi Kepala Negara-Kepala Pemerintah. Namun hingga sejauh ini, belum terlihat ada upaya serius dari pihak Pemerintah Pusat maupun Aparatur Negara di Pusat lainnya yang hendak merehabilitasi masyarakat yang terkena imbas dari tragedi nasional 1965 tersebut. Upaya-upaya rehabilitasi yang terlihat hingga saat ini, masih diinisiasi secara kultural oleh para pegiat-pegiat kemanusiaan di daerah. Inilah yang kemudian hari masyarakat banyak menilai bahwa Pemerintah Pusat belum memiliki semangat serius dalam upaya penegakkan Hak Asasi Manusia. Bilamana ada upaya keseriusan dari Pemerintah Pusat terkait pengupayaan Hak Asasi Manusia bagi pihak-pihak yang terlibat tragedi-tragedi sebelum reformasi, maka ini adalah kabar yang segar bagi masyarakat, karena keseriusan atau tidak Pemerintah Pusat bisa menjadi tolak ukur sejauh mana ia hadir demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui patokan narasi ini, kami selaku Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Universitas Diponegoro berupaya mengadakan “Sekolah Politik” dengan concern pengkajian terhadap diskursus politik sejarah dalam konteks kejadian 1965 hingga sesudahnya. Diskursus ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal terkait kejadian 1965 hingga sesudahnya, sehingga ia bisa menjadi titik awal demi langkah selanjutnya dalam mengupayakan rekonsiliasi baik itu secara kultural maupun struktural dalam dunia Hak Asasi Manusia di Indonesia. “Sekolah Politik” ini bertujuan untuk membuka ruang diskursif terkait wacana politik sejarah dalam kontestasi politik di era Orde Baru. Dengan pijakan teoritik seperti ini, diharapkan dari “Sekolah Politik” ini bisa memberikan nafas awal demi langkah selanjutnya pada dunia aktivisme dan pergerakan dalam mengupayakan hak-hak sipil di masyarakat.
Model acara dalam Sekolah Politik IMM adalah dengan format Focus Group Discussion, dengan pembatasan peserta diskussan maksimal 30 orang. Diharapkan melalui format ini, alur diskursif bisa berjalan dengan lancar dan adanya titik temu komunikasi dua arah antara panelis dengan peserta diskussan. Dalam acara sekolah politik IMM ini, terdiri dari tiga panelis yang akan membicarakan beberapa materi terkait: a. Unu Herlambang, SH (Membicarakan Politik Hukum pasca ’65, serta relasi-kuasa ideologi Orde Baru di masyarakat dalam memandang kejadian ’65) b. Drs. A Tafsir M.Ag (Membicarakan konteks bagaimana hubungan Islam dengan PKI, Angkatan Darat, dan Pemerintah pada era 1960, dan hubungan Muhammadiyah pada era saat itu dengan berbagai elemen politik yang ada) c. Dr. Tedi Kholiludin, M.Si (Membicarakan hubungan Islam dengan para korban Tapol 1965 pasca 65, langkah rekonsiliasi dalam konteks permaafan Gus Dur, serta memaparkan respon masyarakat Islam saat ini dalam memandang orang-orang Tapol 65. Waktu dan Tempat Acara “Sekolah Politik” ini dilaksanakan pada, Waktu : Sabtu, 20 Juni 2015 (13.00 WIB-selesai) Tempat : Gedung Dakwah Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah-Pleburan Semarang, Lt. 3 Ruang Aula Serbaguna Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah. Fasilitas Keacaraan Peserta yang mengikuti acara “Sekolah Menulis” ini akan mendapatkan: 1. Materi Kepelatihan 2. Snack Tajil Buka Puasa 3. Makan Malam 4. Sertifikat

Karena Donor darah Tidak Sesakit Patah Hati

Allah berfirman dalam surat Ali Imron ayat 149 "Karena itu Allah swt memberi mereka pahala duniawi dan juga sebaik-baik pahala akhirat dan Allah swt mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." ayat ini menjadi ruh dalam semangat beramal kebaikan salah satunya Donor Darah. Pada kenyataanya dengan mendonorkan darah banyak manfaat bagi kesehatan seperti mengurangi resiko penyakit jantung dan stroke hipertensi dan tidak kalah pentingnya dengan mendonorkan darah dapat membuat tubuh lebih sehat dan bugar kerena dapat mengurangi kelebihan zat besi di dalam tubuh yang berbahaya bagi kesehatan. Kamis, 28 April 2016 Halaman Masjid Baitul 'Ilmi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dipadati banyak mahasiswa sejak pagi karena ingin mendonorkan darah untuk berbagi kepada sesama. Acara donor darah ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dari program kerja bidang Sosmi IMM Ibnu Sina Undip. Namun yang membedakan dengan donor darah IMM Undip sebelumnya yaitu kegiatan donor darah kali ini mengusung tema "Karena Donor darah Tidak Sesakit Patah Hati" melalui tema yang nyentrik ini IMM ingin menyampaikan pesan bahwa donor darah adalah bagian dari kebutuhan manusia sehingga sakitnya ditusuk jarum suntik jauh lebih bermanfaat dari pada galau memfikirkan patahnya hati hehe. Target yang diinginkan dengan acara donor darah ini yaitu dapat berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan darah dan untuk memenuhi target 35 kantong darah yang disediakan oleh PMI. Pihak panitia membuka stand donor darah sejak pukul 09.00-11.30 WIB. Acara donor darah berjalan baik dan lancar dengan di dukung pelaksana kegiatan kurang lebih 15 orang panitia Donor Darah.

Selasa, 04 Oktober 2016

IMM VS KAMMI: Laga Terbuka

Undip – Due seru tim futsal IMM Undip kontra KAMMI FIB berlangsung apik di Stadion Futsal Mulawarman, Jumat (9/5) malam. "Pertandingan persahabatan ini akan menjadi kesempatan bagus bagi IMM dan KAMMI untuk mendapatkan pandangan tentang kekuatan silaturahmi dan berbagai hal lainnya. Ini sangat penting, kami bisa saling tegur sapa antar satu sama lain. Kami bertanding dengan tim yang bagus" terang Faqih Sulthan, Ketum IMM Undip. Ketum IMM juga tak lupa untuk mengakui bahwa kebanyakan organisasi saat ini khususnya organ ekstra kampus hanya fokus pada kelompoknya masing masing. Pasalnya, sebagai organ ekstra, ia juga harus memikirkan sinergitas antar gerakan. Karena itu melalui momen ini diharapkan ada manfaat untuk kedepannya salah satunya jalinan ukhuwah islamiah.

IMM Undip Hadirkan Ketua Pertama IMM Ibnu Sina


Semarang, (28/5) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Undip hadirkan Ketua Umum pertama IMM Ibnu Sina di Gedung Da’wah Muhmmadiyah Banyumanik. Acara Kajian Kader dan Dakwah (KAWAH) yang merupakan inisiasi dari Bidang Kader dan Da’wah ini segaligus menjadi kali pertama moment pertemuan antara pengurus generasai awal dengan pengurus Ikatan periode 2013 sampai 2016. Dany Kistiarto sebagai Mantan Ketua Umum IMM Ibnu Sina pertama turut senang. “Saya merasa terhormat bisa hadir di sini dan kembali melihat semangat kader-kader IMM Undip, seperti kembali ke masa dulu” Jelas Kanda IMMawan Dany. Acara ini yang bertema "Satu langkah merangkai ikatan melukis perjuangan" dimaksudkan untuk memberikan motivasi khususnya bagi kader-kader IMM Undip, membahas esensi Ikatan, sekaligus berbagi pengalaman dan tips dalam berorganisasi. Diharapkan acara tersebut dapat memberikan nilai dan pandangan positif terhadap dinamika berorganisasi. Terlebih untuk menjadi kader ikatan yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara

IMM Undip Selenggarakan Desing Camp

Banyumanik, (27/5) PK IMM Ibnu Sina mengadakan kegiatan yang bernama Desing Camp. Acara yang mengundang pemateri dari Mas M. Tri Sutrisno S.K dan Azhar Firdaus A.Md ini berlokasi di Gedung Da’wah Muhammadiyah. Panitia sengaja mengambil waktu pelatihan dari ba’da Isya sampai pagi hari. Hal ini bertujuan untuk mengenal peserta dengan dunia desain grafis secara fokus dan tuntas. Materi yang disampaikan diantaranya pengoprasian Corel Draw dan Photoshop. Di akhir acara peserta ditugaskan untuk membuat satu desai poster acara yang kemudian nanti dikumpulkan kepada pemateri. Kegiatan ini dinilai sangat efektif dan bermanfaat sebagai bekal untuk softskill dan kebutuhan desain yang semakin dituntut informatif lagi menarik.

IMM Undip gelar Ibnu Sina Berbagi di Kota Lama


Cermin, Semarang - Ramadhan tahun ini, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ibnu Sina Undip mengadakan kegiatan Ibnu Sina Berbagi di Kota Lama Semarang pada Rabu, 15 Juni 2016. Ibnu Sina Berbagi adalah kegiatan bagi-bagi makanan berbuka untuk warga yang kurang beruntung. Hal ini didorongan oleh amanat Trilogi Ikatan yang salah satunya adalah humanisme. “Kami dari pihak IMM pun Ingin menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama” ucap Farid Hasan Khoirudin selaku Ketua Panitia Ibnu Sina Berbagi. Farid menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan kegiatan di dua lokasi yaitu di Jl. Letjend Suprapto, Semarang. Sedangkan di daerah lainnya, di Pasar Johar Jl. H. Agus Salim, Semarang. Lokasi ini dinilai banyak dihuni mayoritas warga kurang mampu. Nabila Rachma Anjani, Kabid Sosmi PK IMM Undip menambahkan, "Ada sekitar 100 paket makanan yang kami bagikan," “Kami akan membawa makanan berbuka gratis di wilayah-wilayah tersebut. Selain diikuti pengurus PK IMM Ibnu Sina Undip, kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa di luar IMM yang tergabung di berbagai organisasi intra kampus,” terang Farid.
Ibnu Sina Berbagi ini merupakan kerjasama antara Lazis Muhammadiyah Semarang, alumni dan simpatisan IMM lainnya. Kegiatan yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan ini mengusung tema “Spirit Al Ma’un”. Kata Farid, tema itu adalah tema besar Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan filantropi atau pembelaan terhadap kaum mustad’afin di Indonesia. Maka IMM hanya meneruskan ruh Surat Al Ma’un yang mengajarkan tentang semangat kepedulian sosial. Ketua PK IMM Ibnu Sina Undip, Faqih Sulthan menyampaikan kegembiraannya atas terselengaranya kegiatan Ibnu Sina Berbagi. Kegiatan ini menjadi ladang amal yang berguna bagi lingkungan. “Bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ibnu Sina Berbagi adalah kegiatan yang sangat bermanfaat karena bisa bersama-sama mengembangkan empati melalui kegiatan berbagi kasih kepada kaum dhuafa. Karena dengan demikian keberadaan PK IMM Ibnu Sina dapat semakin dirasakan di tengah masyarakat.” Imbuh Faqih

On The Way Semarang-Demak-Kudus-Jepara


Di tengah kepengurusan IMM Undip 2015/2016. Pada tanggal 3-4 September 2016 PK IMM Ibnu Sina melaksanakan Upgrading Pengurus yang ke-3. Upgrading kali ini diawali dengan perjalan ke arah kudus, tepatnya ke kediaman IMMawan Hammam (Personil Bidang Kader dan Dakwah). Selain bersilaturahmi, di sana kami menggelar diskusi ke-IMM-an dan Kemuahammadiyaan yang dipandu oleh Zulfa Kurniawan M.S.E. Sampai pukul 12:30 kami kemudian melanjutkan perjalanan ke kota Jepara untuk berkunjung ke IMMawan Azhar Firdaus (Alumni PK IMM Ibnu Sina Undip ) dan IMMawati Nabilla (Kabid Sosmi).
Ba’da Asar dengan mega yang semakin mendung perjalanan tetap kami lanjutkan. Di pertengahan jalan hujan turun rintik-rintik. Supaya tidak terlalu larut untuk sampai ke tujuan berikutnya yaitu Pantai Bondo Jepara, dengan sedikit berbasah akhirnya kami sampi di pantai yang terkenal dengan pasir putihnya itu. Setelah puas menikmati cahaya jingga matahari di penghujung senja, kami mendirikan tenda dan menyiapkan beberapa keperluan camp yang sudah kami siapkan sebelumnya.
Malam itu langi sedang cerah-cerahnya. Kami cukup senang, karena dengan begitu kami bisa menikmati api unggun dan sekedar sebagai pencahayaan serta untuk memasak makan malam. Tidak sampai di situ, kami juga membuka forum bersama untuk sharing mengenai masing-masing pribadi dan kesan-kesannya selama tumbuh bersama di IMM. Forum ini dinilai sangat bermanfaat, karena dengan forum ini kami bisa semakin jauh mengenal dan diharapkan sampai ke tingkat saling memahami.
Ke esokan harinya kegiatan dilanjutkan dengan game-game pemererat ikatan organisasi. Deburan ombak juga pasir lembut pantai bondo semakin menambah keseruan game-game yang kami lakukan. Hampir di setiap game tidak berhenti mengocok perut karena melihat kelucuan tingkah para memainnya. Sayang hari makin siang, kami memutuskan untuk berkemas dan melanjutkan perjalanan ke rumah IMMawan Angga (Personil Bidang Organisasi/ Ketua OC ). Di rumah angga yang masih di daerah Jepara kami bersih-bersih, solat duhur dan makan siang. Sampai pukul 13:00 tujuan selanjutnya adalah kediaman IMMawati Sasa (Personil Bidang Hikmah) di Kota Demak. Kebetulan saat itu Sasa sedang tidak enak badan sehingga silaturahmi kami menjadi bagian dari agenda besuk. Keseruan di rumah sasa membuat kami nyaman sampai tidak merasa hari sudah sore. Dengan dibekali jajanan buatan sasa kami berpamitan kembali ke Tembalang. Semoga dengan terselenggaranya upgrading ini dapat mengupgrade ghiroh pengurus untuk terus berjuang.

Gunung Telomoyo Jadi Saksi Masta IMM Undip

Alhamdulillah, patut kami ucapkan atas sukses dan terselenggaranya kegiatan Masta (Masa Ta'aruf) PK IMM Ibnu Sina Undip. Acara yang berlangsung selama dua hari mulai 24-25 September 2016 di Desa Wisata Tanon, kaki Gunung Telomoyo, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang kali ini bertujuan untuk menjadi program pengenalan dan pengakraban terhadap mahasiswa yang baru bergabung ke dalam IMM. Acara ini sekaligus sebagai pengenalan salah satu poin pokok mengenai Kemuhammadiyahan dan keimman. Semoga Masta tahun ini menjadi ajang pemersatu ukhuah, anggun dalam moral unggul dalam intelektual.

Silaturahmi IMM Undip bersama HMI Fisip dan HMI Polines

Selasa Malam (27/9), Agenda IMM Undip yang diberi nama Silat Lidah (Silaturahmi antar Lembaga Dakwah) merupakan kesempatan bagi IMM Undip beserta HMI POLINES dan HMI FISIP UNDIP untuk berbagi ilmu sekaligus mempererat ukhuwah islamiah antar gerakan mahasiswa. Kegiatan ini telah bertempat di komisariat HMI FISIP yang juga dihadiri ketua Korkom HMI Undip.

IMM Undip Menerima Kunjungan Silaturahmi dari KAMMI FIB

Jumat malam (30/9) bertempat di Gedung Da'wah Muhammadiyah Banyumanik, IMM Undip kedatangan tamu dari komisariat KAMMI FIB Undip. Melalui silaturahmi ini mudah-mudahan terjalin komunikasi dan memperkuat ukhuwah islamiah antar gerakan mahasiswa Islam kampus. Kesempatan yang juga berbarengan dengan peringatan hari kesaktian pancasila, sekaligus menjadi refleksi bagi kami, tentang pemaknaan nilai-nilai pancasila sebagai Darul 'Ahdi was Syahadah. Supaya bersama-sama dapat mengisi dan mencapai cita-cita kemerdekaan, yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.