Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2019

Rabu, 05 Oktober 2016

SEJARAH IMM SEMARANG

Tepat pada 14 Maret 1964 M di Yogyakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) lahir dari rahim Muhammadiyah. IMM sebagai organisasi otonom modernis sangat dinanti partisipasinya dalam mewujudkan akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Pasang surut yang dialami oleh IMM telah dirasakan dari berbagai tingkatan, mulai dari pimpinan pusat sampai pimpinan komisariat. Agaknya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keberadaan IMM, khususnya IMM di Semarang telah mengalami proses pendewasaan diri.
Pada tanggal 14-17 Maret 1971, berdasarkan rekomendasi Muktamar IMM IV di Semarang. Azas pengorganisasian IMM bergeser dari azas teritorial menjadi azas potensial. Penggeseran ini menurut pola aktifitas ikatan dimaksudkan supaya IMM senantiasa berorientasi kepada bidang-bidang gerak Muhammadiyah dan kebutuhan dasar mahasiswa. Kalau sekarang komisariat adalah sebagai institusi terbawah dalam jenjang kepemimpinan ikatan, maka lewat hal ini posisi komisariat dipandang penting dan menentukan basis kegiatan.
Program yang seperti ini sesungguhnya merupakan hasil rumusan Muktamar IMM IV yang mengispirasi upaya terwujudnya perluasan IMM. Sehingga berdirilah beberapa komisariat di Semarang seperti; PK IMM Ibnu Sina UNDIP, PK IMM Fatahillah UNDIP, PK IMM Hamka UNNES, PK IMM Al Faruqi IAIN, PK IMM AIS Muhammadiyah, PK IMM Al Rozi UNIMUS, PK IMM As Syifa' UNIMUS, PK IMM A. Dahkan UNIMUS, PK IMM Al Kindi UNIMUS, PK IMM Akper UNIMUS. Hingga seterusnya IMM di Semarang mengalami perkembangan dari periode ke periodenya.

SEJARAH MUHAMMADIYAH SEMARANG


Muhammadiyah berdiri di Kota Semarang tidak diketahui secara tepat, tetapi awal mula berkembangnya Muhammadiyah Kota Semarang mulai dirasakan pada tahun 1926. Para perintis berdirinya Muhammadiyah Semarang diantaranya K.H. Dzulkarnain (Kudus), Abdul Rahman Machrus (Semarang), Ahmad Machrus (Solo), Ust. Bastam Muslie (Semarang), Ali Barkan (Semarang). Menurut K.H. Ali Cholil (cucu Kyai Sholeh Darat) Gedung yang digunakan sebagai untuk kantor Muhammadiyah pertama adalah kediaman K.H. Mashud Ilyas di Kampung Petrus dan Mijen Jl. Gendingan (sekarang komplek Mall Sri Ratu), yang kemudian pindah di Jl. Kakap 72 Kelurahan Mlayu Darat (Sekarang Kel. Dadapsari Semarang Utara). Gedung ini merupakan wakaf dari H Ahmad Said Makarim (Solo). Di tahun 1928 terbentuklah Konsulat Muhammadiyah Semarang dengan ketua pertama K.H. Dzulkarnain dan diresmikan oleh K.H. Dzazuli di kampung Krendo Kauman yang sekaligus menjadi kator sekretariat pertama.
Lima tahun kemudian, pada tahun 1933 diselenggarakan Konggres Muhammadiyah ke 22 (sekarang Muktamar) di Semarang bertempat di kampung Bon Cino Jl. Mataram. Salah satu hasil Konggres adalah memutuskan untuk membeli tanah di Jl. Sadewa Nomor 45 (sekarang Jl. Indraprasta nomor 37). Di Jalan Sadewa ini kemudian dijadikan sebagai Kantor Konsulat Muhammdiyah Semarang. Menurut kesaksian H. Soewito, sesepuh Muhammadiyah. Kantor Sekretariat Konsulat Muhammdiyah Semarang selain rutin diadakan pengajian-pengajian, juga kemudian berkembang ke dunia pendidikan, yaitu dengan mendirikan HIS.
Tidak sampai di situ, pada tahun 1950 terselengara serah terima kepengelolaan Yatim Piatu dari Majelis Umat Islam sekarang Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan ditampung di Jl. Sadewa 45 (Indraprasta 37). Kemudian pada tahun 1960 Yatim Piatu pindah ke Singosari (sekarang kompleks Rumah Sakit Roemani). Di tempat ini selain sebagai Gedung Yatim Piatu dan Kantor Muhammadiyah Semarang, juga terdapat Gedung SD Muhammadiyah 08 dan Kantor Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah. Sebagian tanah dimanfaatkan juga sebagai pertanian tanaman sayur-sayuran, kolam ikan, peternakan ayam dan kambing yang bermanfaat bagi ketrampilan dan kegiatan sehari-hari anak Panti Asuhan, disamping juga sebagai upaya menambah dana untuk kepentingan Panti.
Masih di tahun 1960 Muhammadiyah dipecah menjadi 5 Cabang, yaitu; Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Timur, Semarang Selatan, Semarang Tengah. Barulah setelah Pimpinan Cabang ada 5 buah, kemudian dibentuk Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) yang sekarang menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang dan menempati kantor di Singosari (kompleks RS. Roemani).
Sampai pada tahun 1965, Cabang Semarang Barat kemudian dipecah menjadi 3 cabang, yaitu; Semarang Barat I yang berkantor di Jl. Indraprasta, Semarang Barat II, berkantor di Mlayudarat, Semarang Barat III, berkantor di Puspowarno. Selanjutnya dengan adanya perkembangan atau pemekaran dan setelah Kota Semarang terbagi menjadi 16 Kecamatan, sekarang ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang memiliki 18 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), dan menurut data pada tahun 2002 telah memiliki 89 pengurus tingkat ranting. Pimpinan Cabang Muhammadiyah tersebut yaitu; PCM Semarang Timur, PCM Semarang Tengah, PCM Semarang Barat, PCM Semarang Utara, PCM Semarang Selatan, PCM Banyumanik, PCM Gajah Mungkur, PCM Mijen, PCM Ngaliyan, PCM Tugu, PCM Pedurungan, PCM Gunungpati II, PCM Gunungpati I, PCM Candisari I, PCM Candisari II, PCM Genuk, PCM Gayamsari, PCM Tembalang.

Selasa, 04 Oktober 2016

Kader IMM Undip Raih Predikat Lulusan Terbaik di Wisudan ke-142

Siang itu, Rabu (27/4) Kader-kader ikatan sedang menyambut alumni-alumni Ibnu Sina keluar dari Gedung Soedarto. Diantaranya ada IMMawati Galuh Diptya mantan Sekretaris Umum IMM Ibnu Sina 2013/2014. IMMawati yang satu ini terlihat sumringah dengan gelar barunya yakni Sarjana Ilmu Politik. Tidak hanya itu IMMawati Galuh juga ditetapkan sebagai Lulusan Terbaik dan Tercepat Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Undip 2016. Ia berpesan “IMM adalah rumah yang mempertemukan saya dengan sosok para pemimpin. kami belajar polemik, dinamika dan keindahan, budaya dan agama. bersama kita belajar melangit dan aktualisasi yang membumi. Rumah adalah tempat berkumpul. Jika jarang pulang, ingatlah kamu harus tetap kembali ke rumah karena keluarga itu hangat, trimakasih keluargaku”. Semoga ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan dalam masyarakat dan persyarikatan serta bermanfaat di dunia dan akhirat. Aamiin.

Ibnu Sina Periode 2014-2015

Ketum: Rasyid Ridha Saragih
Kabid Organisasi: M. Dandy Aulia Nugraha
Kabid Keilmuan: Faqih Sulthan
Kabid Hikmah: Adam Fidyas Arafat
Kabid Sosmi: Burhanudin Abiyyu
Kabid Kader & Da’wah: Siti Naimah
Sekum: Friska Dwi Aprilia
Bendahara: Affan
Anggota: Hudzaifa Hazazi Zia Kusuma Nabilla Rachma Anjani Rainggo Saputra Fitria M Riska Meilisani Rico Putra Dewa Averos Fikri Fajrian YennyPuspitawati

Ibnu Sina Periode 2013-2014

Ketum: Lalu Tri Satria Kusuma Atmaja
Kabid Organisasi: Fikri Maulana
Kabid Keilmuan: Rasyid Ridha Saragih
Kabid Hikmah: Ibnu Imam Dluhry
Kabid Sosmi: Habib Azka Rahma 
Kabid Kader & Da’wah: M. Dandy Aulia Nugraha
Sekum: Galuh Diptya Kartikasari
Sekbid Organisasi: Riza Nuzulul Huda
Sekbid Keilmuan dan Hikmah: Faqih Sulthan
Sekbid Sosmi: Salma Suroyya Yuni Yanti 
Sekbid Kader & Da’wah: Siti Naimah
Bendahara: Ainani Shifa Izazi
Anggota: Apladika Fajar Setiawan Nurnaningsih Muhammad Sofyan Gutama Nimas Amelia Iswara Azhar Firdaus Friska Dwi Aprilia Adam Fidyas Arafat

Ibnu Sina Periode 2012-2013

Ketum: Ibnu Imam
Kabid Organisasi: Fikri Maulana
Kabid Keilmuan dan Hikmah: Lalu Tri
Kabid Sosmi: Ikmam Havid
Kabid Kader & Da’wah: Habib Azka Rahma
Sekbid Organisasi: Nur Latifah Hanum
Sekbid Keilmuan: Rasyid Ridha
Sekbid Sosmi: Ainani Shifa Izazi
Sekbid Kader & Da’wah: Galuh Diptya
Bendahara: Riza Nuzulul Huda
Anggota: Dandy Rasyid Ridha Saragih Siti Na’imah

Ibnu Sina Periode 2011-2012

Ketum: Dodi Afandi
Sekum: Nur Syam Cholil
Kabid Organisasi: M. Farizal Fauzi
Kabid Keilmuan dan Hikmah: Ilham Jabbar Prabowo
Sekbid: Lalu Tri Satria Kusuma Atmaja
Kabid Sosmi: Vina Dinuka
Sekbid: Fikri Maulana
Kabid Kader & Da’wah: Latifah Hanum
Sekbid: Ibnu Imam
Anggota: Imam Riza Nuzulul Huda Habib Azka Rahma Ayu Ni'mah Azifa

Ibnu Sina Periode 2007-2008

Ketum: Ahmad Abdul Jabar
Sekum: M Isa Thoriq A
Kabid Kader & Da’wah: Husnan
Sekbid Keilmuan: Choirudin Rona
Anggota: Reza Ahmad Ghifari Choirudin Rona Khoirun Ni'am Abdillah Noor Fajrin Archy Efendi

Ibnu Sina Periode 2004-2005

Ketua Umum : Nuruz Zaman
Ketua Organisasi : Muhammad Iqbal El Faqothy
Ketua Kader : Anwaruddin
Ketua Hikmah : Precillia CU
Ketua Iptek : Rosita Dwi Yuliandari
Ketua Sosmi : Taufik Hidayat
Sekretaris Umum : Ruly Yuanita
Sekretaris Organisasi : Dewi
Sekretaris Kader : Fendi Sabhara
Sekretaris Hikmah : Kismi Mubarokah
Sekretaris Iptek : Muthia Rahmi
Sekretaris Sosmi : Septi Dwi Hartatik
Bendahara Umum : Nur Ida Yuniarti
Anggota Organisasi : Widarni
Anggota Kader : Miftakhul Yumeiyanti
Anggota Hikmah : Lisa Lusiana
Anggota Iptek : Mey Amna

Ibnu Sina Periode 1998

Ketua Umum: Dany Kistiarto
Sekretaris Umum: Joko Tri Asmoro
Bendahara : ihda sholiha
Kabid Organisasi: Muh. Solikin
Sekretaris: m. Faqih
Kabid Kader: A. Muqorobin
Sekretaris: Daliman
Kabid Ibtek Hikmah: Suparno
Sekretaris:
Kabid Sosial Ekonomi: Wahid Hasyim
Sekretaris: Fahmi aldiamar
Kabid Immawati: Novi ziyantini
Sekretaris: anindita dyah sekarpuri